Jumat, 25 Mei 2012

Big Bang FF (Fan Fiction) - My Frist Love




Title : My Frist Love
Author : My Bestfriend (Debora Antika Putri / http://deboraantika.blogspot.com/)
lenght : One shoot
Genre : romance, sad
Main cast : GD Big bang, Daesung big bang , Seungri Big Bang,
Kim soo kyo dan Shin ha ra


======

Anyyeong na Kim Soo Kyo imnida, aku adalah seorang yeoja sederhana dan penuh dengan kesedihan semenjak ditinggalkannya, aku juga berasal dari keluarga yang lumayan berkecukupan, dan aku tinggal bersama eomma dan appaku, eommaku adalah Kim Soo Na dan appaku adalah Kim Ho Ae, aku adalah anak tunggal maka dari itu kadang aku merasa sangat kesepian karena aku tak mempunyai saudara untuk teman berkeluh kesahku dan tempat sandaranku, namun di balik semua itu bagaimanapun keadaaannya aku mencoba untuk mensyukurinya, karena aku mempunyai eomma dan appa yang sangat baik dan sayang kepadaku,

Aku juga mempunyai sahabat yang sangat dekat denganku. namanya adalah shin ha ra, dia adalah tetanggaku, kami bersahabat sejak kecil, dia adalah yeoja yang sangat baik dan mengerti perasaanku, kami selalu bersama sejak kecil, dia juga menjadi saksi bisu cintaku dengan G-Dragon oppa, dan dia juga menjadi saksi dimana aku mulai ditinggalkan oleh G-Dragon oppa, entah mengapa aku merasa sangat sedih, terluka dan terpukul mengingat semua peristiwa menyakitkan itu, ahh aku sudah mencoba untuk melupakan semuanya namun yang terjadi aku justru semakin sakit dan semakin mencintainya, tapi bagaimanapun aku akan mencoba bangkit demi eomma, appa dan hara.

Sekarang usia ku telah menginjak 20 tahun, namun di usiaku sekarang ini entah mengapa aku tak bisa mengubah perasaaku kepada GD Oppa, hanya satu namja yang aku cintai sepanjang hidupku dia adalah G-Dragon oppa, ingin sekali kuumumkan kepada dunia, bahwa aku hanya ingin bersanding disisi G-Dragon oppa, hal itu pasti sangat membahagiakan bagiku, namun saat aku mengingat peristiwa pahit itu hatiku terasa seperti teriris.

Flasback POV

semua ini berawal dari peristiwa 8 tahun yang lalu, dimana saat usiaku masih 12 tahun, aku adalah yeoja yang ceria walaupun aku adalah anak tunggal, namun aku memiliki hara , dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, saat itu aku tak memikirkan apapun, aku hanya memikirkan untuk menikmati masa kecilku bersama dengan hara.

saat kami sedang asik bermain di depan rumahku, aku sangat kaget saat ada mobil mnurunkan barang-barangnya dan membuka rumah yang letaknya di sebelah kiri rumahku, aku melihat ada namja turun dari mobil itu, namja tinggi dan tampan itu memandang kami sejenak lalu mulai masuk ke dalam rumah nya dan menata semua barangnya ke dalam rumahnya.

aku dan hara hanya memandang rumah itu, entah mengapa kami menjadi sangat penasraan dengan namja itu.

"soo kyo-ah, apa kau merasa ada yang aneh dengan mereka?" tanya hara mengagetkanku.

"ahh, nae entah mengapa aku merasa ada yang janggal dengan keluarga baru itu" jawabku kepada hara dengan mengangguk mantap.

"ahh..sudahlah hari sudah mulai larut, sebaiknya kau masuk soo kyo-ah, aku juga akan pulang ke rumahku, pai.pai" kata hara lalu meninggalkanku.

"nae hara-ya, hati-hatilah" kataku lalu mulai masuk ke dalam rumahku.

Entah mengappa aku terus memikirkan namja itu, tatapan matanya benar-benar sendu, dan raut wajahnya terlihat sangat sedih, sebenarnya apa yang terjadi dengan namja itu? dan anehnya aku merasa penasaran dengan namja itu.
Flashback POV End

"changia, bangunlah bukankah kau harus berangkat ke kampus? hara-ya sudah menunggumu di bawah" kata eomma sontak membuatku kaget dan aku langsung mandi dan bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, kasihan hara telah menungguku.

"hara-ya , kajja kita berangkat" kataku kepada hara setelah aku turun dari kamarku dan mendatangi hara yang sedang terduduk di ruang tamu.

"soo kyo-ah, hara-ya, kenapa kalian tidak sarapan dulu?" tanya eomma kepada kami.

"anio eomma kami terburu-buru" kata ku lalu mulai berpamitan kepada eomma, harapun melakukan hal yang sama.

Lalu kamipun mulai berjalan menuju ke arah kampus kami yang jaraknya tak jauh dari rumah kami

"soo kyo-ah, kenapa kau baru bangun? apa kau tidak bisa tidur lagi?" tanya hara kepadaku.

Aku mengangguk pelan dan memandang jalan dengan tatapan nanar.

"seperti  yang kau tau hara-ya, aku terus memikirkan GD oppa, sampai-sampai aku tidur larut malam sekali" kataku sedih.

"dan malamnya kau memimpikan GD oppa lagi?" tanya hara kepadaku.

Aku hanya mengangguk, dan tak kusangka hara memegang tanganku dan menggenggamnya erat.

"sabarlah soo kyo-ah, aku yakin GD oppa akan kembali kepadamu" kata hara mencoba menenangkanku.

"aku sudah berhenti berharap hara-ya, aku sudah merasa putus asa dengan semua ini" kataku putus asa.

"jangan begitu soo kyo-ah, bagaimanapun aku yakin GD oppa punya alasan dibalik semua ini" ujar hara sambil merangkul bahuku, aku memegang tangannya dan tersenyum kepadanya.

Aku senang dia memberiku kekuatan saat aku benar-benar merasa lemah dan putus asa seperti ini. Ahh Tuhan kuharap suatu saat Engkau mendengar doaku, aku ingin GD oppa menemani hariku lagi, memberi bekas memory indah dalam otakku, memberikan senyum yang tak pernah luntur.
Hyerin POV End

Hara POV
Aku merasa kasihan dengan soo kyo, entah mengapa dia bisa begitu terluka melihat GD oppa meninggalkan nya, aku juga sedikit kecewa dengan GD dia meninggalkan soo kyo begitu saja, GD oppa kuharap kau memberi penjelasan kepada sahabatku yang terluka saat ini.
Hara POV End

Skip
Author POV

Sampailah mereka di kampus mereka, suasana masih sangat sepi mungkin karena banyak yang tidak kuliah di pagi hari buta seperti saat ini.
Soo Kyo dan Hara mulai memasuki ruang kuliah, mereka melihat daesung sudah menunggu kehadiran mereka, nae daesung adalah sahabat mereka berdua, daesung yang melihat kehadiran mereka langsung tersenyum bahagia, soo kyo dan harapun segera menghampiri daesung.

"kalian baru sampai?" tanya daesung kepada kami.

"nae.." jwab soo kyo singkat.

"wae soo kyo-ah? sepertinya kau terlihat sangat letih?" tanya daesung kepada soo kyo.

"anio daesung-ah, nan gwencana" kata soo kyo lalu tersenyum pahit.

Pembicaraan mereka mulai buyar saat songsaenim sudah memasuki ruang kelas mereka, daesung , soo kyo dan harapun mulai mengikuti pelajaran yang diberikan oleh songsaenim.

Soo Kyo POV

Aku sampai di kampus, dan aku melihat daesung sedang menungguku dengan hara, daesung sangat baik kepadaku, dia selalu perhatian kepadaku, coba saja kalau aku bisa menggantikan posisi GD Oppa di hatiku, namun nampaknya hal itu tidak bisa terjadi , hatiku sudah menjadi milik GD oppa.

Songsaenim sudah meninggalkan ruangan kelas kami , aku hara dan daesung pergi ke kantin.
haralah yang terlihat palling bahagia karena di kantinlah dia bisa bertemu dengan namja aneh dari fakultas seni, namanya adalah seungri, dia namja yang tampan, namun kelakkuanya yang pendiam, pemarah dan juga penyendiri itu membuat dia dijuluki sebagai namja aneh, dan anehnya juga hara menyukai namja itu sudah 1 tahun lebih hara menyukainya.

"hara-ya, liatlah sang pangeranmu sedang menikmati makannya" kata daesung mengejek hara.

Hara yang mendengar itu lalu tertunduk dan pipinya memerah karena malu, ahh hara-ya semoga harapanmu bisa bersanding di sisinya bisa tercapai.

"Hara-ya , bisakah kau ambilkan makanan di sana?" ktaku meminta bantuan kepada hara.

"ngg...nae soo kyo, jakkamanyo" kata hara lalu pergi meninggalkan hara.

Saat itu aku sedang bercanda dengan daesung, aku mendengar bunyi piring pecah...
praakk...
dan ternyata hara menabrak namja aneh yag ternyata adalah seungri, baju seungri penuh dengan tumpahan jus yang dibawa hara tadi.

"mi..mian..mianhe" kata hara sedikit tertunduk.

Tuhan jangan sampai karena aku hara dimarahi oleh seungri, aku harap seungri tidak bersikap kasar dengan hara.

"gwencana" kata seungri lalu tersenyum kepada hara, mwo? dia tersenyum kepada hara? bukankah dia adalah namja yang aneh, tapi kenapa dia bisa begitu baik dengan hara.

"je..jeong..jeongmall gumawo seungri-ah" kata hara senang.

"kau mengenalku?" tanya seungri bingung..

"ng.." jawab hara terbata, muungkin dia bingung harus menjawab apa..

"nae, aku hanya mengenal mu" jawab hara seadaanya..

"kau siapa?" tanya seungri bingung.

"hara" jawab hara singkat , mereka lalu mengobrol sebenatar dan akhirnya hara menghampiriku dengan senyum yang terus mengembang dipipinya.

"kau bahagia hara-ya?" tanya ku mengejeknya.

"sudahlah soo kyo-ah, jangan mengejekku" katanya malu.
Soo Kyo POV End

Hara POV Entah mengapa jantungku masih berdetak begitu kencangnya, seungri oppa mengajakku berkenalan, kenapa dia bisa begitu baik kepadaku? bukankah kata anak-anak lain dia adalah namja pendiam dan pemarah, untunglah aku tidak dimarahi olehnya, namun yang pasti aku sangat bahagia ada sedikit celah bagiku aku bisa masuk ke dalam hatinya seungri oppa, Tuhan semoga kau mempersatukan kami kemudian hari nanti.
Hara POV End

Skip
Soo Kyo POV Aku melangkahkan kakiku dengan lemas menuju taman belakang rumahku, entah mengapa aku hanya ingin sendiri saat ini, merasakan getirnya hati semejak kepergiannya . Tuhan apakah Engkau tak ijinkan aku kembali bersatu dengan GD oppa, tanpa terasa air mata mulai membanjiri pipiku, aku menangis meneteskan air mata dan mulai menutup mataku..ahh semua kenangan itu kembali hinggap dalam otakku, benar-benar menyebalkan.

Flashback POV

Ternyata tetanggaku itu adalah GD oppa, dia adalah namja yang tampan dan tinggi, umurnya berjarak 3 tahun dariku, tentu saja saat itu dia berumur 15 tahun, dia adalah namja yang sangat garang dan pemarah, aku sangat takut berteman dengannya namun aku dibuat penasaran olehnya.

Saat itu dia sedang duduk termenung di taman, dan aku sedang menunggu hara yang tak kunjung datang, aku memutuskan untuk menghampiri GD oppa, dengan langkah gemetaran dan langkah gontai aku menghampiri dia yang sedang duduk menikmati taman itu.

"ng..anyyeong.." sapaku ramah kepadanya.

"nae..nado anyyeong" jawabnya ramah.
"boleh aku duduk disampingmu" tanyaku sebenarnya sedikit ragu dengan pertanyaan ku sendiri.

"boleh, silahkan" katanya sambil tersenyum simpul.

"na soo kyo-ah, nuguya.?" tanyaku mengajaknya berkenalan dan mengulurkan tanganku kepadanya, dia menyambut uluran tanganku lalu tersenyum kepadaku.

"nan G-Dragon imnida" katanya pelan.

Entah mengapa aku dibuat salting oleh senyumannya, senyuman itu berhasil memberikan arti khusus di hatiku saat ini, ahh GD oppa ternyata tak segarang yang kufiikrkan.

itulah awal pertemuanku dengan GD oppa, di taman yang menjadi saksi pertemuan kami, saksi kedekatan kami nantinya.
Flashsback POV End

Tuhan janganlah Kau ijinkan semua kenangan ini terus terlintas dalam benakku, aku tak sanggup jika selamanya aku harus seperti ini. Andai saja aku bisa memutar waktu aku tak akan pernah ijinkan GD oppa pergi meninggalkanku, aku ingin dia berada disampingku selamaya.

Entah kenapa juga rasanya air mata ini tak berhenti mengalir dari pipiku, Tuhan hanya Engkau yang tau keluh kesahku saat ini, aku sungguh tak sanggup menjalani semua ini.
Soo Kyo POV End

Skip
Sementara itu ditempat yang berbeda dan waktu yang sama.

GD POV

"makanlah changi" kata eomma kepadaku, ahh entah mengapa aku sangat malas apabila eomma memanggilku changi, aku kan bukan anak mama,

"anio eomma, dan tolong jangan panggil aku changi lagi" kataku sedikit membatah, aku melihat eomma sangat sedih mendengarkan perkataanku, namun aku tidak suka jika eomma masih memperlakukanku seperti anak kecil lagi, bagaimanapun aku sudah berumur 23 tahun,obr />
"mianhe Gd-ah, sekarang kau makanlah dulu, kau butuh banyak makanan untuk memulihkan kesehatanmu" kata omma kepadaku.

"nanti eomma, aku masih belum lapar sekarang" kataku lirih, eomma terlihat putus asa dan meninggalkanku yang masih sangat asik dengan lamunanku sekarang ini.

Tuhan aku sangat merindukan soo kyo-ah, aku ingin sekali bertemu dengannya, namun hal itu tidak mungkin terjadi aku tak ingin soo kyo panik dan kuatir dengan kondisiku saat ini. Ahh Tuhan andai tubuhku sehat dan normal seperti namja lainnya aku pasti sangat bahagia, dan aku pasti akan dengan percaya diri bersanding disisi soo kyo, namun apa daya aku menderita penyakit yang sangat ganas, aku tak ingin soo kyo menjadi kalut karenaku, kuharap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengannya lagi, sebelum maut memisahkan kami untuk selamanya.
GD POV End

Skip
Soo Kyo POV

Hari demi hari berlangsung, detik demi detik terus berganti, namun suasana hatiku masih belum berubah, diliputi berbagai kesedihan setelah kepergian GD oppa, namun perlahan aku harus belajar tegar dan melupakan GD oppa, dan sekarang aku juga bahagia karena hara ya nampaknya sudah sangat dekat dengan namja impiannya itu, entah mengapa seungri sangat terbuka kepada hara, padahal sebelumnya dia dikenal sebagai namja aneh dan pendiam.

"hara-ya, bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan seungri?" tanyaku kepada hara.

hara hanya tertunduk malu, nampaknya dia terlihat sangat bahagia tentang kedekatannya dengan seungri.

"ehhmm..molla soo kyo-ah, kami masih dekat, kedepannya semoga kami bisa bersatu" katanya penuh harapan.

"nae aku doakan kebahagiaanmu" kata ku kepada hara sambil tersenyum .

"gumawo soo kyo-ah, semoga kau juga akan bahagia bersama dengan GD oppa nanti" katanya lalu memeluk tubuhku erat. Tuhan kenapa hatiku sakit lagi saat aku mulai mengingat tentang GD oppa..

Flasback POV

Aku menjadi sangat dekat dengan GD oppa, semenjak peristiwa di taman itu, aku menjadi semakin akrab dengannya, ternyata GD oppa adalah namja yang sangat baik dan pengertian, dia selalu ada saat aku membutuhkan, namun GD oppa juga namja yang sangat tertutup,entah mengapa dia tak menceritakan satu hal pun tentang keluarganya, padahal hubungan kami sekarang sudah sangat dekat.

Hingga suatu saat aku bermaksud untuk mengajak pergi GD oppa ke taman aku mendengar suara benda pecah dari dalam rumah, hingga aku mengurungkan diri untuk mendatangi bias, aku memutuskan untuk menunduk di samping rumah bias.

"Apa maksud eomma dengan semua ini? tidak puaskah eomma dengan semua hal yang selalu aku lakukan kepada eomma" kata GD oppa sambil menangis.
Mwo? GD oppa menangis? kenapa GD oppa harus menangis seperti itu.

"eomma tak bermaksud seperti itu, eomma juga tak tau apa yang appamu ingin lakukan kepadamu."

"ahh..molla eomma, kenapa eomma begitu jahatnya kepadaku" kata GD lalu meninggalkan rumah, aku memutuskan untuk mengikuti kepergian GD oppa dan teryata GD oppa pergi ke taman.

Dia duduk lalu menutupi mukanya dengan kedua tangannya, dengan ragu aku menghampiri bias.

"wae oppa? kenapa kau terlihat bersedih?" tanyaku kepadanya, dia memandangku lalu memelukku erat.

"aku membenci semuanya soo kyo-ah, hanya membuatku sebal saja" katanya sambil terus menangis dalam pelukanku.

"wae oppa? oppa bisa cerita padaku kalau oppa percaya" kataku berusaha meyakinkannya.

"jeongmall? arra oppa akan ceritakan kepadamu" katanya lalu menghela nafas panjang, sementara aku terus menunggu jwabannya.

"appa ku adalah appa yang sangat berambisi terhadap pekerjaanya, dia adalah orang yang gila kerja, dia sering menelantarkan kami ,sampai-sampai aku merasa bahwa aku tak mempunyai seorang appa, namun sekarang seenaknya saja dia menyuruhku untuk sekolah ke luar negeri agar ketika aku lulus nanti aku bisa meneruskan bisnisnya, aku tidak mau menjadi seperti appa, hanya karena pekerjaannya dia menjadi lupa akan keluarganya, namun aku bingung harus melampiaskan kemarahanku kepada siapa, aku juga sebenarnya tak tega terhadap eomma" katanya sambil menghela nafas panjang.

"sabarlah oppa, semua masalah tidak bisa diselesaikan dengan emosi , oppa benar-benar harus bisa mengontrol diri dan emosi oppa dan oppa harus lakukan apa yang terbaik menurut oppa" kataku kepadanya, dia tersenyum kepadaku dan memelukku erat, pelukan ini adalah pelukan yang sangat kudambakan.
Flashback POV End

Skip
Soo Kyo POV

Ahh aku sangat bahagia hari ini karena akhirnya sahabtku memiliki seorang namja chingu, nae hara-ya akhirnya bisa bersama dengan seungri namja yang telah lama dicintainya.

"soo kyo-ah, apa yang sedang kau fikirkan?" tanya daesung membuyarkan lamunaku.

"ahh..anio daesung-ah" kata ku singkat.

"kenapa kau selalu begitu soo kyo-ah, apakah sebegitunya kau membenciku?" tanya daesung membuatku terkaget.

"anio..aku tak membencimu daesung-ah, nan gwencana," kataku sambil memutar gelas yang ada di depanku.

dan tak kusangka daesung memegang tanganku, aku memandangnya kaget sementara dia menatap mataku tajam, aigoo sebenarnya apa yang terjadi dengan daesung, kenapa dia begitu aneh hari ini.

"wae daesung-ah?" tanya ku kepadanya.

"soo kyo-ah, apa kau tak sadar tentang perasaan ku selama ini" katanya masih dengan tatapan mata tajam.

"maksudmu daesung-ah?? aku benar-benar tak mengerti dengan apa yag kau katakan" kataku pelan.

"selama ini aku mencintai mu hara, na neol saranghaeo" katanya yakin.

Aigoo apa aku tak salah mendengar, kenapa tiba-tiba daesung mengatakan perasaannya kepadaku , apa yang harus aku katakan sekarang.

"kau tak harus menjawab sekarang soo kyo-ah, aku mengerti kau masih mencintai namja lain" katanya dengan tatapan sayu.

"ahh sudahlah , akku pergi dulu" katanya semakin membuatku syok, Tuhan sbenarnya apa yang terjadi dengannya, aku harap yang dia katakan adalah bohong, aku tak mau merusak persahabatan kita.

Ahh Tuhan situasi ini benar-benar membuatku semakin pusing.
Soo Kyo POV End

Daesung POV Aku tak mau berlama-lama lagi memendam perasaanku kepada soo kyo, aku sudah terlalu lama mencintainya, sejak pertama kali aku melihat soo kyo aku sudah mencintianya, sekarang aku hanya bisa berharap soo kyo bisa melupakan namja itu dan soo kyo bisa menerimaku sebagai namjachingunya.
Daesung POV End

GD POV

Tuhan, aku sangat merindukan soo kyo, apa yang harus aku lakukan saat ini? sudah 3 tahun aku tak bertemu dengannya, aku ingin sekali walaupun aku hanya bisa memandangnya dari jarak jauh, aku sudah merasa sangat lega.

"GD, kau harus segera menjalani kemoterapi lagi" kata uisa itu menganggetkanku.

"ahh..nae uisa" kataku lalu mulai mengikuti uisa itu pergi.

Nae aku terkena leukimia, aku sudah stadium 3, setiap 3 hari sekali aku harus menjalani kemoterapi untuk mengurangi sel kanker dalam diriku, namun nampaknya semua itu sudah sia-sia kanker ku sudah parah, seandainya sebentar lagi Tuhan mengambil nyawaku aku hanya ingin melihat soo kyo selalu tersenyum dan dia tak bersedih lagi karenaku.

"kau harus banyak makan dan rajin minum obat" kata uisa itu menasehati.

"ahh..nae uisa" kataku lirih.

Tuhan betapa menyedihkan hidupku ini, aku harus menjalani semua masa sulit ini, aku juga ingin seperti namja lain yang masih bisa menikmati hidupnya dengan normal berbeda denganku yang harus dihantui oleh penyakit kanker ganas ini.
GD POV End

Flashback GD POV

Hari ini adalah hari terberat dalam hidupku, saat aku mengetahui bahwa aku terkena kanker leukimia aku memutuskan untuk pindah rumah dan menjauh dari soo kyo , itu adalah keputusan terberat yang harus aku ambil dalam hidupku, aku meninggalkan yeoja yang benar-benar aku sayang, Tuhan andai aku mempunyai keputusan.

Saat itu aku mengajaknya ke taman, taman inilah yang menjadi saksi cinta kita, ditaman inilah aku dipertemukan dengan soo kyo dan di taman inilah aku juga akn dipisahkan dengan soo kyo,

Gadis itu berjalan menghampiriku dan tersenyum ke arahku, Tuhan sebenarnya aku tidak mau kehilangan senyuman soo kyo namun apa daya aku tak mau membuatnya khawatir dengan keadaanku saat ini.

"anyyeong oppa" katanya menyapaku.

"anyyeong soo kyo-ah" kataku sedikit gugup,

"kenapa oppa memanggilku kesini?" tanyanya bersemangat.

Entah aku tak tau harus mengatakan apa, aku memegang tangannya dan memegangnya erat.

"gumawo soo kyo-ah, kau membuat hidup oppa lebih tenang sekarang, oppa menjadi sedikit lebih akur dengan eomma, dan oppa menjadi lebih mengerti dengan jalan hidup oppa" kataku lalu menghela nafas panjang.

"tapi changia, mianheyo..jeongmall mianheyo" kataku pelan.

"wae oppa? kenapa oppa meminta maaf?" tanyanya tak mengerti.
"oppa harus pergi ke luar kota, kau disini jagalaah dirimu baik-baik" kataku dengan suara berat, Tuhan berat sekali semua ini, ingin rasanya aku menangis,

dan tak kusangka dia terdiam menatapku dan air mata mulai menetes dipipinya.

"jeongmall mianheyo soo kyo-ah, oppa harus pergi" kataku lalu mulai pergi meninggalkan dia, Tuhan hatiku benar-benar hancur saat ini, aku harus meninggalkan yeoja yang telah lama aku sukai.
Flashback GD POV End

Soo Kyo POV

Ahh kurasa hari ini aku hampir gila, Daesung menyataka perasaan nya kepadaku, sedagkan hara asik berpacraan dengan seungri ahh, aigoo apa yang harus aku lakukan sekarang, kuliah telah selesai aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah dan istirahat.

Ahh aku merasa kesepian karena hara hari ini tidak bisa menemaniku, dia harus pergi bersama dengan pacar barunya, nae aku mengerti mungkin hara harus bersenang-senang dengan seungri, aku harus mengalah demi kebahagiaan hara.

"Soo Kyo-ah, lama tidak bertemu" kata seseorang, aku mendongak ke asal suara, dan betapa kagetnya aku melihat GD oppa di depanku.

"oppa" kataku tak percaya, tanpa kusadari air mata mulai menetes di pipiku.

GD oppa lalu menghampiriku dan menghapus air mataku, dia tersenyum kepadaku kemudian memelukku erat.

"oppa benar-benar merindukanmu" kata GD oppa sambil mencium keningku.

Aku masih tak percaya dengan semua ini, namja yang aku tunggu selama 2 tahun ini sudah kembali kepadaku

"kau benar GD oppa?" tanyaku kepadanya. dia memukul kepalaku pelan.

"pabo..tentu saja aku adalah GD oppamu" katanya sambil tersenyum kepadaku.

"ahh..ayo kita cari tempat mengobrol yang nyaman" kata GD oppa lalu menarik tanganku dan mengajakku masuk kedalam kafe, lalu kami duduk di samping jendela menghadap jalan raya dari kafe tersebut.

"aku masih tidak percaya akhirnya oppa kembali" kataku kepadanya.

GD oppa lalu memegang tanganku dan mencium tanganku pelan.

"nae oppa kembali untukmu" kata GD oppa sambil terssenyum manis.

"kenapa oppa meninggalkanku?"

"mianhe , jeongmall mianheyo, eomma mengajak oppa pindah ke luar kota, oppa terpaksa harus mengikuti eomma" kata GD oppa kepadaku.

"tapi tetap saja oppa jahat" katakku tak mau kalah.

"mianhe, tapi cinta oppa kepadamu tidak pernah boong changia" kata GD oppa memandangku semakin erat.

Tuhan apakah aku bermimpi? jika aku bermimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indahku ini,

"nado saenghaeo oppa" kata ku kepada GD oppa dia tersenyum memandangku.

Kamipun lalui hari kami bersama, aku senang Tuhan telah kirimkan kembali malaikat penyelamat dalam hidupku yaitu GD oppa.

Skip

entah mengapa aku tak bisa berhenti tertawa, aku merasa sangat bahagia aku bisa bertemu kembali dengan GD oppa, aku sudah lama menunggu waktu ini, namun bagaimana pun aku sudah sangat bahagia GD oppa kembali, aku mengambil handphoneku dan menekan nomor hara di handphoneku.

"anyyeong hara-ya, apa yang sedang kau lakukan?" tanyaku kepada hara .

"anyyeong soo kyo-ah, sepertinya kau sedang bahagia" kata nya kepadaku, ahh tebakan hara memang benar.

"nae hara. kau tau tidak aku sedang sangat bahagia sekarang" kataku antusias.

'wae soo kyo-ah? apa yang terjadi?" tanyanya penasaran.

"aku bertemu kembali dengan GD oppa, benar-benar seperti mimpi" kataku bahagia.

"jeongmall, chukae hara-ya, akhirnya kau bisa bertemu dengan GD oppa lagi" kata hara ikut bahagia.

"nae, gumawo hara-ya, sekarang tidurlah kita harus bangun pagi bsok" kataku kepadanya.

"anyyeong soo kyo-ah" kata hara lalu menutup telefonnya.

Aku masih belum percaya dengan semua ini, aku harap saat aku membuka mata nanti aku harap semua yang aku alami hari ini bukanlah mimpi.

Skip
Hari demi hari aku semakin dekat dengan GD oppa, kami benar-benar menjadi pasangan kekasih yang utuh, akupun menjadi sangat bahagia, aku manjadi seorang soo kyo yang ceria dan bahagia seperti dulu.

Hari ini aku dan GD oppa memutuskan untuk pergi berkencan, aku menunggu GD oppa di depan rumahku, tak lama kemudian GD oppa sudh meghampiriku di depan rumahku.

"kau siap changia? kajja kita berangkat" kata GD oppa, akupun mulai masuk ke dalam mobil GD oppa.

Kami pergi berkencan bersama , bercanda gurau bersama, dan tiba-tiba saja saat kami sedang bermain bersama GD oppa mimisan, akupun menjadi sangat kuatir, hingga akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Saat aku mulai berbalik aku melihat tubuh lemah GD oppa sudah terjatuh di jalan, aku menghampiri GD oppa lalu meminta pertolongan dan membawa GD oppa ke rumah sakit, entah mengapa hatiku terasa sangat sakit melihat keadaan GD oppa seperti itu.

Sampailah ke rumah sakit, GD oppa segera dibawa ke UGD, aku hanya bisa menunggu di depan ruangan sambil terus meneteskan air mata, sebenarnya apa yang terjadi dengan GD oppa, kenapa aku merasa sangat takut dan tiba-tiba hatiku menjadi semakin bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dengan GD oppa, kenapa tiba-tiba GD oppa pingsan dan meneteskan darah dari hidungnya begitu banyak.

Tuhan aku benar - benar merasa sangat sedih saat ini, apa yang harus aku lakukan bila terjadi sesuatu terhadap GD oppa, aku tak mau GD oppa kenapa - napa, aku tak ingin hal buruk terjadi kepada GD oppa, apa yang harus aku lakukan jika hal buruk itu terjadi dan dia meninggalkanku lagi, bagaimana bisa aku melanjutakan hidup tanpanya??

"Inginku menemaninya dan selalu bersamanya" kataku sambil terus meneteskan air mata

Aku menunggu sangat lama namun uisa tidak segera keluar dari ruangan itu, Tuhan harus berapa lama lagi aku menunggu? Jantungku berdegup semakin cepat, air mata mengalir semakin deras, harus berapa lama aku menangis seperti orang gila? Tuhan aku bener - bener tak sanggup berdiri saat ini, kakiku seperti tertimpa batu yang sangat berat, kepalaku seperti terhimpit beban yang sangat berat, ahh Tuhan tolong berilah kesembuhan kepada GD oppa, tak lama kemudian uisa itu keluar dari ruangannya dan menghampiriku.

"mianhe..kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun nampaknya dia tidak bisa diselamatkan, jeongmall mianhe" kata uisa itu lalu pergi meninggalkanku yang masih berusaha mencerna kata-katanya, Tuhan dengan kata lain GD oppa telah kau panggil pulang? apa yang harus aku lakukan? Aku tak mau kehilangan namja yang menjadi cinta pertamaku itu, kehilangan dia berarti aku harus kehilangan separuh nyawaku, bagaimana bisa aku hidup tanpa GD oppa, Ahh baru saja aku merasakan kebahagiaan kenapa sekarang aku harus kehilangan hal yang sangat berarti bagiku.
 

Skip
Hari ini adalah hari pemakamana GD oppa, kami semua telah berkumpul, termasuk daesung, hara dan seungri, entah mengapa aku masih belum bisa menerima semua kenyatan ini, aku telah kehilangan cinta pertamaku, aku telah kehilangan hal yang menjadi segalanya dalam hidupku.

Aku menemukan surat tergelatak dalam kamarku, dan ternyata surat dari GD , surat terakhir darinya sebelum dia pergi, namun kapan surat ini bisa ada disini? ahh molla dengan ragu-ragu aku mulai membuka isi surat itu.

Dear My Love Soo Kyo-ah

Kalau kau membaca surat ini mungkin oppa sudah berada di surga, mianhe oppa tak sempat memberitahu semua nya kepadamu sejak awal, namun asal kau tau changia semua itu oppa lakukan karena oppa tak ingin senyum itu hilang dari wajahmu, oppa sangat mencintaimu sejak pertama kali oppa bertemu denganmu.

Semua kenangan itu tak bisa hilang dari otak dan hati oppa changia, jeongmall mianhe karena terlalu mencintaimu oppa tak sanggup menceritakan tentang penyakit ganas yang menyerang oppa 2 tahun lalu yaitu leukmia, tepatnya saat oppa meninggalkanmu changia, oppa hanya tak ingin membuatmu kuatir dan cemas kepada oppa.

Asal kau tau oppa sangat mencintai mu..kuharap kau bisa bahagia changia disana, oppa yakin kau akan temukan namja yang tulus mencintaimu suatu saat nanti.

I Love You
GD

Aku menangis sejadi-jadinya, aku benar-beanr tak tau harus mengatakan apa, aku memeluk surat ini erat, aku hanya bisa menangis dan meratapi kepergian cinta pertamaku sekarang.
Oppa kuharap kau akan bahagia disana , aku akan selalu mencintaimu.

Skip
1 tahun kemudian.

Soo Kyo POV Aku menghampiri kubur GD oppa, masih sama seperti sebelumnya, aku meletakan bunga diatas nisannya,

"semoga kau selalu bahagia disana My Frist Love" kataku kepada nisan GD.

"kau sudah selesai changia?' tanya namja yang sekarang menjadi namja chinguku.

"nae daesung-ah" kataku pelan.
"eh, panggil aku oppa" protesnya tak terima,

"nae oppa" kataku lalu mulai memeluknya.

Ahh aku sangat bahagia walaupun GD oppa pergi aku masih bisa bersama dengan namja yang kucintai yaitu Daesung oppa, GD oppa cinta petamaku kuharap kau akan selalu bahagia disana, aku akan doakan kebahagiaanmu selalu.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar